Header Ads

Profile Pariwisata Goa Jatijajar dan Goa Barat | Kebumen | Jawa Tengah



Goa Jatijajar terletak kira  kira 21 km dari kota Gombong atau 42 km barat daya kota Kebumen. Nama Jatijajar berasal dari kata jati dan jajar. Jati berarti nama pohon, Jajar berarti sejajar .terdapat diorama yang menceritakan tentang Legenda Raden Kamandaka.

Legenda tersebut menunjukkan percintaaan abadi antara Raden Kamandaka dan Dewi Ratna Ciptarasa. Di dalam goa terdapat 4 ( empat ) sendang, yaitu Sendang Mawar, Kantil Jombor, dan Puserbumi. Terdapat pula stalaktit dan stalakmit.

Obyek wisata unggulan ini menyajikan Rest Area dalam goa, pasar souvenir dan makanan khas. Di komplek/kawasan obyek wisata Goa Jatijajar terdapat 3 (tiga) goa yaitu Goa Dempok, Goa Intan dan Goa Jatijajar. Yang lebih menarik lagi di dinding atas Goa Jatijajar terdapat beragam tulisan dari pengunjung yang pernah datang ratusan tahun yang lalu,  ada yang dari Hindia Belanja, Eropa bahkan trah penguasa pertama pemerintah Kabupaten Kebumen.


Goa Barat lokasinya sangat mudah sekali di akses dan terletak di sebelah timur Goa Jatijajar. Goa Barat ini bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun dengan menyewa jasa tukang ojek. Jaraknya dari Goa Jatijajar sekitar kurang lebih 2 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 15 – 20 menit. Akses jalannya yang sudah lumayan bagus, sehingga akan membuat para penelusur nyaman. Para penelusur nggak perlu khawatir akan tersesat karena sepanjang jalan akan ada papan petunjuk lokasi, sehingga para penelusur tinggal mengikutinya saja. Setelah sampai maka para penelusur tinggal memarkir kendaraan di tempat yang sudah disediakan. Menurut warga sekitar nama Goa Barat berasal dari bahasa jawa yang berarti Goa angin. Dan menurut sang juru kunci kenapa diberi nama Goa barat karena dari dalam goa selalu menghembuskan angin ke luar mulut goa. Angin kencang ini dalam bahasa Jawa disebut angin barat. Saat musim tertentu, angin barat sangat kencang sehingga menimbulkan suara berisik bahkan membuat pohon bambu di depan mulut goa bergerak tiada henti.

Bagi para penelusur yang mempunyai jiwa petualang, maka melakukan caving di Goa Barat ini merupakan sebuah tantangan tersendiri. Sepanjang perjalanan, para penelusur harus berjalan penuh hati-hati mengikuti aliran air sungai bawah tanah. Bahkan kadang para penelusur sampai harus menenggelamkan diri pada air setinggi dada, melangkahi bebatuan lancip di igir sungai, menghindari kubangan air yang dalam, merayapi jeram setinggi tiga meter, serta juga harus berjalan merunduk dalam lorong sempit. Walaupun begitu, untuk masalah safety dan juga keamanan selama perjalanan, para penelusur nggak perlu khawatir karena para pemandunya sudah profesional.
Diberdayakan oleh Blogger.